Ketua DPRD Sumbar Tekankan Pentingnya Peran Bundo Kanduang Membentuk Generasi Berkarakter

PADANG (10/06/2026) – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki prinsip yang kuat sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman.

Komitmen tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pertemuan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Rabu (10/6).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Jati itu dihadiri para Bundo Kanduang dan Puti Bungsu dari seluruh RT dan RW di wilayah setempat. Pada kesempatan tersebut, Muhidi menekankan pentingnya peran perempuan Minangkabau dalam membentuk karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Menurut Muhidi, Bundo Kanduang memiliki posisi yang sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral, agama, dan budaya kepada anak-anak sejak dini. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus perkembangan teknologi informasi yang membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan generasi muda.

“Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat membuat berbagai informasi mudah diakses oleh siapa saja. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga karakter dan moral generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai, untuk mengantisipasi dampak negatif yang dapat memicu degradasi moral di kalangan generasi muda, peran Bundo Kanduang perlu terus diperkuat, termasuk melalui dukungan program dan anggaran yang memadai.

Muhidi menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang harus menjadi perhatian dalam membentuk generasi unggul, yakni iman sebagai pondasi, akhlak sebagai hiasan, kasih sayang sebagai penguat hubungan sosial, dan ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Empat pilar ini harus dimulai dari lingkungan keluarga. Tentu pelopor utamanya adalah Bundo Kanduang sebagai madrasah pertama bagi anak-anak,” katanya.

Politisi dari daerah pemilihan Kota Padang itu berharap peran Bundo Kanduang terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Minangkabau yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, serta jati diri yang kuat sesuai falsafah ABS-SBK.

Menurutnya, sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan identitas budaya dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi berkomitmen membangun generasi muda unggul, berkarakter dan memegang prinsip yang kuat.

Upaya tersebut terungkap saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber Pertemuan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM), Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumbar, Rabu (10/6).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Jati ini dihadiri Bundo Kanduang beserta Puti Bungsu dari seluruh RT dan RW yang ada di Kelurahan tersebut.

Komitmen membangun generasi muda unggul kali ini melalui pendekatan Adat Basandi Suara, Suara Basandi Kitabullah (ABS, SBK) lewat Bundo Kanduang.

Ketua DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Satu atau Padang ini mengatakani, peran Bundo Kanduang sangat strategis dalam membangun generasi muda yang unggul, berkarakter sesuai falsafah Minangkabau. Apalagi tantangan kedepan semakin berat. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, memudahkan infomasi begitu cepat yang berkembang.

Untuk mengantisipasi generasi muda tidak terpengaruh terhadap degradasi moral, peran Bundo Kanduang perlu diperkuat melalui penguatan anggaran.

Mencegah generasi muda agar tidak terpengaruh degradasi moral, terdapat empat pilar penting perlu diperhatikan, yaitu Iman sebagai pondasi, akhlak sebagai hiasan, kasih sayang dan ilmu sebagai bekal.

“Empat pilar ini harus kita mulai dulu di dalam rumah tangga. Tentu pelopor utamanya Bundo Kanduang,” sebut Muhidi. (*)